Tradisi Nyadran Sambut Ramadan, Warga Klitren Lor Gelar Kirab dan Doa Bersama

Tangkapan layar unggahan akun Threads @humasp​olsek_gondokusuman yang menampilkan suasana kegiatan tradisi nyadran di Kampung Klitren Lor, Minggu (15/02). Warga bersama tokoh masyarakat dan aparat kepolisian tampak mengikuti doa bersama dan pengamanan kegiatan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

LAMPUNG.fun
-- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, warga Kampung Klitren Lor kembali melestarikan tradisi nyadran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga. Tradisi tersebut digelar di area makam Kampung Klitren Lor pada Minggu (15/02) dan berlangsung dengan khidmat serta tertib.

Berdasarkan unggahan akun sosial Threads @humasp​olsek_gondokusuman, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Klitren, Aiptu Andreas Triyono, S.H. Kehadiran aparat kepolisian tersebut sekaligus menjalankan tugas pengamanan selama rangkaian kegiatan nyadran berlangsung.

Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan bahwa tradisi nyadran Kampung Klitren Lor digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Acara dipusatkan di makam kampung setempat yang selama ini menjadi lokasi sakral dan bersejarah bagi warga.

“Kegiatan diisi dengan kirab keliling kampung dan dilanjutkan doa untuk leluhur dengan membaca surat Yasin dan tahlil,” tulis akun @humasp​olsek_gondokusuman dalam unggahannya.

Kirab keliling kampung menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Warga tampak mengikuti kirab dengan tertib, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih kuat terjaga di lingkungan Kampung Klitren Lor. Setelah kirab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat.

Doa bersama dilakukan dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil yang ditujukan untuk para leluhur. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu, tetapi juga sebagai momentum refleksi spiritual menjelang Ramadan.

Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa kegiatan nyadran diikuti oleh warga Kampung Klitren Lor serta para ahli waris makam. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa tradisi ini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga setempat.

Dalam foto yang diunggah, tampak warga dari berbagai kalangan duduk bersama mengikuti acara dengan penuh khidmat. Sejumlah tokoh masyarakat dan aparat kepolisian terlihat berada di barisan depan, menandakan adanya sinergi antara warga dan aparat dalam menjaga kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain menjaga keamanan, kehadiran aparat juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga dalam menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi nyadran sendiri dikenal luas di berbagai daerah sebagai ritual budaya yang menggabungkan nilai adat dan keagamaan. Di Kampung Klitren Lor, nyadran menjadi agenda rutin yang digelar menjelang Ramadan, sekaligus menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Melalui unggahan di media sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana dokumentasi sekaligus informasi kepada masyarakat luas bahwa tradisi lokal masih terus dijaga dan dilestarikan.

Publikasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh nilai kebersamaan.

Dengan terselenggaranya tradisi nyadran ini, warga Kampung Klitren Lor berharap dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih serta memperkuat rasa persaudaraan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai budaya dan spiritual dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

Penulis: (iskandar)
MEDIA ONLINE
LAMPUNG.fun
Kabar Nusantara Terkini
Home Berita Daerah Berita Lampung Berita Nasional Berita Lifestyle Berita Ekonomi Berita Peristiwa Berita Kriminal Berita Utama Berita Olahraga Berita Publikasi