LAMPUNG.fun — Gerakan santunan nasional yang digelar Thoriqoh Shiddiqiyyah kembali dilaksanakan pada Ramadan 1447 Hijriah. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Threads kosongsatuid tiga jam lalu. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa dana santunan tahun ini diperkirakan menembus Rp2,5 hingga Rp3 miliar.
“Gerakan santunan nasional Thoriqoh Shiddiqiyyah kembali digelar pada Ramadan 1447 H. Dana diperkirakan menembus Rp2,5–3 miliar. Menyasar belasan ribu anak yatim dan kaum duafa di Indonesia hingga Malaysia dan Australia,” demikian kutipan unggahan tersebut.
Program santunan tersebut disebut menyasar belasan ribu anak yatim dan kaum duafa. Cakupan penyalurannya tidak hanya di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menjangkau penerima manfaat di Malaysia dan Australia.
Masih dalam unggahan yang sama, dijelaskan bahwa DHIBRA—lembaga filantropi Shiddiqiyyah—menerapkan sistem validasi ketat terhadap para penerima manfaat. Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.
“DHIBRA lembaga filantropi Shiddiqiyyah menerapkan validasi ketat. Penerima dibatasi anak yatim maksimal usia 13 tahun dan data diperbarui tiap tahun. ‘Jika sudah mampu, diganti,’ ujar Nurhadi, pengurus DHIBRA,” tulis akun tersebut.
Pernyataan Nurhadi yang dikutip dalam unggahan tersebut menegaskan bahwa program santunan memiliki mekanisme pembaruan data secara berkala. Anak yatim yang menjadi penerima manfaat dibatasi maksimal berusia 13 tahun. Selain itu, apabila penerima dinilai sudah mampu atau tidak lagi memenuhi kriteria, maka akan digantikan dengan penerima lain yang lebih membutuhkan.
Langkah validasi ini dinilai sebagai bentuk akuntabilitas lembaga dalam mengelola dana umat. Dengan pembaruan data tahunan, lembaga dapat menjaga ketepatan sasaran sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, nilai dana yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar menunjukkan besarnya partisipasi dan dukungan dari para donatur. Ramadan kerap menjadi momentum meningkatnya aktivitas filantropi, seiring dorongan spiritual umat Islam untuk memperbanyak amal kebajikan.
Gerakan santunan nasional ini juga mencerminkan perluasan jejaring Thoriqoh Shiddiqiyyah di tingkat internasional. Dengan penyaluran hingga Malaysia dan Australia, program tersebut tidak hanya berskala nasional, tetapi juga lintas negara. Namun, dalam unggahan tersebut tidak dijelaskan secara rinci mekanisme distribusi di luar negeri maupun jumlah penerima manfaat di masing-masing negara.
Sebagai informasi, santunan kepada anak yatim dan kaum duafa merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang lazim dilakukan berbagai organisasi keagamaan selama bulan Ramadan.
Program semacam ini biasanya meliputi pemberian bantuan dana tunai, paket sembako, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan hari raya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan tambahan mengenai rincian waktu pelaksanaan, lokasi pembagian santunan, maupun total penerima manfaat secara terperinci.
Redaksi masih menunggu informasi lanjutan dari pihak penyelenggara untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap terkait pelaksanaan program tersebut.
Unggahan akun kosongsatuid tersebut disertai dokumentasi kegiatan penyaluran santunan kepada sejumlah anak. Dalam foto yang ditampilkan, terlihat anak-anak mengenakan seragam sekolah menerima bantuan secara simbolis di sebuah ruangan acara.
Sejumlah pengurus tampak mendampingi proses penyerahan santunan.
Dengan adanya program ini, diharapkan bantuan dapat meringankan beban anak yatim dan kaum duafa, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan.
Transparansi dan validasi yang disebutkan dalam unggahan menjadi poin penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi.
Redaksi akan terus memantau perkembangan informasi terkait pelaksanaan gerakan santunan nasional Thoriqoh Shiddiqiyyah Ramadan 1447 H serta dampaknya bagi para penerima manfaat di dalam dan luar negeri.
"Penulis: (iskandar: 31252)"
