Preman Parkir Liar Kembali Merajalela, Warga Minta Patroli Harian di Tanah Abang

Dua pria tampak diamankan di pinggir jalan kawasan perkotaan, diduga terkait penertiban praktik parkir liar. Situasi sekitar terlihat ramai oleh kendaraan dan aktivitas warga. Keterangan gambar tangkapan ayar vidro unggah.
JAKARTA, LAMPUNG.fun 
- Keluhan soal maraknya preman jalanan dan juru parkir liar kembali mencuat di kawasan Tanah Abang. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah akun mengunggah pengalaman dan pandangan mereka terkait kondisi keamanan dan ketertiban di pusat grosir terbesar di Jakarta tersebut.
Akun Instagram @ilhamabraham mengawali diskusi dengan unggahan bernada keluhan. Dalam keterangannya, ia menulis, 
Susa susa gampang nyari atasan di tenabang emang sekarang pak. Lebi banyak terusan."
Unggahan ini disertai nada keprihatinan terhadap kondisi Tanah Abang yang dinilai semakin tidak ramah bagi pengunjung yang ingin berbelanja dengan nyaman.

Unggahan tersebut kemudian memicu beragam komentar dari warganet. Salah satu komentar datang dari akun @rajaampat yang menilai persoalan ini sebagai masalah lama yang terus berulang. Ia menulis,
Pprreeeett! Lagu lama, produksi baru!? Kalo niat, kenapa gak diteruskan dulu kebijakan Ahok! Ganti gubernur malah balik lagi penyakit beginian....” 
Komentar ini menyiratkan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak konsisten dalam menjaga ketertiban kawasan niaga.

Komentar senada juga disampaikan akun @kathasimasao, yang secara spesifik menyinggung pengelolaan parkir di masa lalu. Ia menuliskan, 
"Kalo urusan parkir, ada jaman gubernur yg suka marah2 dulu dan parkiran sudah tertib karena wajib pakai mesin atau via emoney yg jelas masuk Pemda tapi kacau lagi jaman gubernur penggantinya dgn dalih keberpihakan, parkiran jadi liar lagi. CMIIW.” Pernyataan ini menyoroti perbedaan pendekatan kebijakan antarpemimpin daerah yang berdampak langsung pada kondisi di lapangan.
Menanggapi diskusi yang kian memanas, pemilik akun @ilhamabraham sempat merespons singkat salah satu komentar dengan kalimat, “Tiati bang, ntar anak abah ngamuk.” Kalimat ini bernada guyon namun tetap mencerminkan sensitifnya isu yang dibicarakan.

Tidak berhenti di situ, akun yang sama kemudian mengunggah pernyataan lanjutan yang lebih panjang dan eksplisit mengenai akar persoalan di Tanah Abang. Dalam unggahan berikutnya, ia menulis.

 “Semoga patroli bisa di lakukan tiap hari, bukan musiman seperti ini. Jujur aja, preman jalanan - Jukir liar tukang getok parkir ini yang bikin orang orang males ke tenabang.”

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada minat belanja masyarakat. “Bukan semua pedagang grosir modal besar yang maen ke tenabang pengen belanja.” Pernyataan ini menegaskan bahwa Tanah Abang tidak hanya dikunjungi pedagang besar, tetapi juga pelaku usaha kecil yang sangat sensitif terhadap rasa aman dan kenyamanan.

Di akhir unggahannya, akun tersebut melempar pertanyaan terbuka kepada publik sekaligus aparat penegak hukum. 
"Menurut kalian gimana? Bisa ga Polisi patroli tiap hari?” ..Pertanyaan ini menjadi penegasan tuntutan warga agar kehadiran aparat keamanan tidak bersifat sementara atau hanya muncul saat isu viral.
Unggahan tersebut turut disertai video yang menampilkan keramaian jalan di sekitar Tanah Abang, dengan keterangan sumber @gema.jakarta, sebuah akun media sosial yang kerap mengunggah kondisi lalu lintas dan peristiwa di Jakarta. 

Video itu memperlihatkan sejumlah orang di badan jalan yang diduga terlibat dalam aktivitas parkir liar, menambah konteks visual atas keluhan yang disampaikan.

(Fenomena ini kembali membuka diskusi publik tentang pentingnya penegakan hukum yang konsisten dan berkelanjutan di pusat-pusat ekonomi rakyat.)
"Tanah Abang sebagai urat nadi perdagangan tekstil nasional memiliki peran strategis bagi perekonomian, baik bagi pedagang besar maupun kecil.
Ketidaknyamanan akibat praktik premanisme dan parkir liar dikhawatirkan dapat menurunkan daya saing kawasan tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau pemerintah daerah terkait permintaan patroli harian sebagaimana disuarakan warganet.

 Namun, suara publik di media sosial menunjukkan harapan besar agar penanganan masalah ketertiban tidak lagi bersifat musiman, melainkan menjadi agenda rutin demi mengembalikan rasa aman di Tanah Abang.
"Penulis: (31252: iskandar)".
MEDIA ONLINE
LAMPUNG.fun
Kabar Nusantara Terkini
Home Berita Daerah Berita Lampung Berita Nasional Berita Lifestyle Berita Ekonomi Berita Peristiwa Berita Kriminal Berita Utama Berita Olahraga Berita Publikasi