JAKARTA, LAMPUNG.fun -- Threads mendadak menjadi perhatian publik setelah menampilkan informasi mengenai penjualan sebuah lukisan karya Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang terjual hingga miliaran rupiah.
Unggahan tersebut berasal dari akun bernama agushamid190693 dan telah dilihat sebanyak 37.316 kali dalam kurun waktu 13 jam sejak dipublikasikan.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan: “Sudah pensiun, masih berkarya. Good joob pak..” Kalimat tersebut merujuk pada aktivitas SBY yang tetap produktif menghasilkan karya seni lukis meski telah purna tugas sebagai presiden.
Unggahan itu juga memuat informasi mengenai proses lelang lukisan tersebut. Disebutkan, “Lelang dimulai dari harga 300 juta rupiah dan berakhir di angka 6,5 Miliar rupiah.” Dalam keterangan lanjutan, disebutkan pula bahwa pembeli lukisan tersebut adalah Dato Low Tuck Kwong, yang dikenal sebagai pemilik perusahaan batu bara Bayan Resources.
Akun tersebut menambahkan, pembeli yang dimaksud disebut kerap bergantian dengan Prajogo Pangestu dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Narasi lain dalam unggahan tersebut berbunyi, “Bagi dia kayak duit beli ciki doang angka segitu, tapi bagi kebanyakan orang Indonesia itu angka yang fantastis untuk sebuah lukisan. Lukisan pak SBY semakin berkelas.”
Berdasarkan penelusuran informasi publik, Dato Low Tuck Kwong merupakan pengusaha yang dikenal sebagai pendiri dan pemilik utama Bayan Resources, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Sementara itu, Prajogo Pangestu dikenal sebagai pengusaha nasional yang memiliki sejumlah lini bisnis di sektor energi dan petrokimia.
Adapun Susilo Bambang Yudhoyono atau Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama dua periode, yakni 2004–2009 dan 2009–2014. Setelah menyelesaikan masa jabatannya, SBY diketahui aktif menekuni hobi dan minatnya di bidang seni, khususnya melukis. Sejumlah karya lukisnya kerap dipamerkan dalam berbagai kesempatan, baik untuk tujuan sosial maupun kegiatan apresiasi seni.
Gambar yang turut diunggah dalam postingan Threads tersebut memperlihatkan SBY berdiri di samping sebuah lukisan berukuran cukup besar yang dipajang di atas penyangga kanvas. Dalam gambar itu, SBY tampak mengenakan baret merah dan rompi berwarna hijau zaitun, berdiri di dalam sebuah ruangan dengan dinding kaca lebar yang memperlihatkan suasana hijau di luar bangunan.
Lukisan yang ditampilkan menggambarkan siluet seekor kuda yang tengah berlari dengan latar langit berwarna oranye kemerahan, menyerupai suasana matahari terbenam. Perpaduan warna biru pada tubuh kuda dan semburat warna jingga pada latar belakang menciptakan kontras visual yang kuat. Di sisi kanan gambar tampak seorang perempuan berdiri memperhatikan lukisan tersebut. Pada bagian bawah gambar terdapat tulisan “Viral”.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi yang dirilis melalui pernyataan tertulis maupun konferensi pers terkait detail teknis lelang, termasuk waktu dan tempat pelaksanaannya. Namun, narasi dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa harga awal lelang dibuka pada angka Rp300 juta sebelum akhirnya mencapai Rp6,5 miliar.
Fenomena penjualan karya seni dengan nilai fantastis bukanlah hal baru dalam dunia seni rupa, khususnya apabila karya tersebut dibuat oleh figur publik yang memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan nasional.
Nilai sebuah karya seni umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain reputasi seniman, kualitas artistik, kelangkaan karya, hingga nilai historis dan simbolik yang melekat.
Dalam konteks ini, karya SBY dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena dibuat oleh mantan kepala negara yang juga dikenal memiliki ketertarikan mendalam pada seni dan budaya.
Sejumlah pameran sebelumnya menunjukkan bahwa lukisan-lukisan SBY kerap diminati kolektor, terutama dalam acara yang bersifat amal atau penggalangan dana.
Meski demikian, informasi yang beredar melalui media sosial tetap perlu disikapi secara kritis.
Kode Etik Jurnalistik mengamanatkan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui proses verifikasi dan konfirmasi guna memastikan akurasi serta menghindari kesimpangsiuran.
Dalam pemberitaan ini, data yang digunakan bersumber dari unggahan akun Threads yang telah dikutip secara utuh, disertai penjelasan berdasarkan informasi publik yang tersedia.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang awal penyebaran informasi yang kemudian menarik perhatian publik luas. Dengan jumlah tayangan puluhan ribu dalam waktu relatif singkat, unggahan tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas figur publik, termasuk di bidang seni.
Apabila benar harga lelang mencapai Rp6,5 miliar, angka tersebut menjadi salah satu nilai signifikan untuk karya seni yang dibuat oleh tokoh nasional non-seniman profesional. Namun, konfirmasi lebih lanjut dari pihak penyelenggara lelang maupun perwakilan terkait tetap diperlukan guna memberikan kejelasan resmi kepada publik.
Terlepas dari nilai nominalnya, aktivitas melukis yang terus dilakukan SBY setelah pensiun dari jabatan publik menunjukkan bahwa kreativitas dan produktivitas dapat terus tumbuh di berbagai fase kehidupan. Respons publik di media sosial pun didominasi oleh apresiasi terhadap konsistensi berkarya tersebut.
Ke depan, transparansi informasi serta klarifikasi resmi akan menjadi faktor penting agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai proses dan nilai transaksi karya seni tersebut, sekaligus menjaga akurasi informasi yang beredar di ruang digital.
Penulis: (iskandar)
