KARANGANYAR LAMPUNG.fun – Informasi mengenai hilangnya seorang warga di wilayah Desa (DS) Ngelegok, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, beredar melalui unggahan akun media sosial Threads @info_tawangmangu dan menjadi perhatian warganet, Rabu (18/2/2026).
Dalam unggahan tersebut tertulis: “Ijin melaporkan pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2026 pukul 05.00 wib telah terjadi orang hilang (penyadap pohon karet) di DS nglegok a.n Bapak saraswanto Usia 35 thn Pekerjaan penyadap karet Alamat dsn Dayu RT 01/04 sudah ditemukan oleh para relawan gabungan malam ini..”
Unggahan itu juga disertai sejumlah tagar, yakni:“#ciptakankaranyarnyamantapannalpotworr #infotawangmangu #stopkeplekmiring #stopknalpotworr #tawangmangu”.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, pria yang dilaporkan hilang diketahui bernama Saraswanto (35), warga Dusun Dayu RT 01/04, Desa Ngelegok. Ia disebut berprofesi sebagai penyadap pohon karet. Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa laporan orang hilang itu terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Belum dijelaskan secara rinci dalam unggahan tersebut mengenai kronologi awal hilangnya korban. Namun disebutkan bahwa pada malam harinya, Saraswanto telah ditemukan oleh para relawan gabungan.
Video yang turut dibagikan akun tersebut memperlihatkan suasana pencarian pada malam hari. Dalam rekaman tampak sejumlah pria berada di area yang diduga kawasan kebun atau hutan dengan penerangan terbatas. Beberapa orang terlihat mengenakan jaket dan topi, sementara satu orang menggunakan lampu penerangan yang diarahkan ke area sekitar.
Dalam potongan video itu tampak seorang pria dalam posisi duduk dengan kondisi lemah, dikelilingi sejumlah relawan. Beberapa orang terlihat berupaya membantu dan memastikan kondisinya. Situasi tampak berlangsung dalam suasana gelap dengan bantuan cahaya senter dan lampu portabel.
Tidak terdengar keterangan resmi dalam video terkait kondisi medis korban saat ditemukan. Namun berdasarkan narasi unggahan, korban telah berhasil ditemukan pada malam hari oleh tim relawan gabungan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah desa setempat mengenai detail kronologi kejadian, penyebab hilangnya korban, maupun kondisi kesehatannya setelah ditemukan.
Peristiwa orang hilang di kawasan perkebunan atau hutan bukan kali pertama terjadi di wilayah dengan kontur alam perbukitan seperti Tawangmangu. Aktivitas menyadap karet umumnya dilakukan pada pagi buta, saat kondisi masih gelap dan medan relatif sepi. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko, terutama jika pekerja tidak kembali sesuai waktu yang biasa.
Keterlibatan relawan gabungan dalam proses pencarian menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam membantu penanganan situasi darurat. Biasanya, relawan terdiri dari unsur warga, komunitas setempat, hingga kemungkinan dukungan dari aparat terkait.
Meski demikian, sesuai prinsip Kode Etik Jurnalistik, informasi yang bersumber dari media sosial tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut kepada pihak berwenang guna memastikan akurasi data, termasuk waktu kejadian, proses pencarian, serta kondisi terakhir korban.
Penggunaan identitas lengkap dalam unggahan media sosial juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam praktik jurnalistik, penyebutan identitas korban harus mempertimbangkan aspek kepentingan publik dan perlindungan privasi, terutama apabila tidak berkaitan dengan tindak pidana atau isu yang membutuhkan keterbukaan identitas secara luas.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyebarkan informasi, khususnya terkait peristiwa darurat atau musibah. Penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi berpotensi menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman di tengah warga.
Sementara itu, tagar yang disertakan dalam unggahan menunjukkan bahwa akun tersebut aktif mengangkat isu-isu lokal di wilayah Tawangmangu dan Karanganyar. Beberapa tagar seperti #infotawangmangu dan #tawangmangu mengindikasikan fokus informasi pada wilayah setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan bagi para pekerja yang beraktivitas di area perkebunan atau hutan, terutama pada waktu dini hari. Penggunaan alat komunikasi, pemberitahuan rute kerja kepada keluarga, serta pendampingan dapat menjadi langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko serupa.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi informasi ini kepada aparat kepolisian dan pemerintah desa setempat guna memperoleh data resmi mengenai kronologi lengkap kejadian, durasi pencarian, serta kondisi kesehatan korban pascaditemukan.
Apabila terdapat perkembangan lanjutan atau keterangan resmi dari pihak berwenang, informasi tersebut akan disampaikan sebagai pembaruan berita.
Penulis: (31252).
