BREAKING: Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, 80 Warga Dievakuasi

Tangkap layar video banjir yang merendam badan jalan di Tapanuli Tengah, Senin, 16 Februari 2026.

TAPANULI TENGAH, LAMPUNG.fun
– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sejak Senin (16/02/2026) pukul 12.10 WIB memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan dan desa. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial Threads milik akun terverifikasi, masinton, sekitar 10 jam sebelum berita ini diturunkan.

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa hujan turun merata di Tapanuli Tengah dan menyebabkan banjir di berbagai lokasi. Warga yang berada di kawasan rawan banjir dan longsor dilaporkan telah dievakuasi untuk menghindari risiko lebih lanjut.

“Jalan menuju Desa Lubuk Ampolu terputus (80 jiwa evakuasi),” demikian keterangan dalam unggahan tersebut. Kondisi ini menunjukkan dampak cukup serius akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam waktu relatif singkat.

Selain banjir, longsor juga dilaporkan terjadi di daerah Sitahuis. Material longsor menutup bahu jalan sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut, terutama di tengah cuaca yang masih berpotensi hujan.

Tak hanya itu, debit air Sungai Aek Sirahar di wilayah Barus dilaporkan telah meningkat signifikan dan berpotensi meluap. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan meluasnya genangan air ke permukiman warga apabila hujan terus berlanjut.

Berdasarkan video yang diunggah dalam postingan tersebut, terlihat arus banjir berwarna cokelat pekat mengalir deras di kawasan permukiman. Air tampak meluap hingga menutupi badan jalan. Beberapa kendaraan, termasuk satu unit bus, terlihat terjebak di tengah arus yang cukup kuat.

Warga tampak berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang mereka di tengah derasnya aliran air.
Dalam cuplikan lain, genangan air terlihat merendam halaman rumah warga hingga mendekati teras bangunan. 

Arus air membawa material lumpur dan puing-puing kecil, menandakan tingginya intensitas limpasan air dari wilayah hulu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, sedikitnya 80 jiwa dilaporkan telah dievakuasi dari Desa Lubuk Ampolu akibat akses jalan yang terputus. Proses evakuasi dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah korban terdampak lebih parah.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, terutama saat curah hujan meningkat.

Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit sungai dan potensi longsor susulan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun daerah perbukitan diminta untuk tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Warga juga diimbau segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda retakan tanah atau peningkatan debit air yang tidak wajar.

Sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian dalam pemberitaan, informasi mengenai dampak lanjutan, jumlah kerugian material, serta kondisi terkini para pengungsi masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait. Redaksi akan memperbarui informasi ini setelah mendapatkan keterangan tambahan dari instansi berwenang.
Situasi di Tapanuli Tengah saat ini masih dalam pemantauan. Aparat dan relawan diharapkan dapat bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak bencana yang lebih luas.
MEDIA ONLINE
LAMPUNG.fun
Kabar Nusantara Terkini
Home Berita Daerah Berita Lampung Berita Nasional Berita Lifestyle Berita Ekonomi Berita Peristiwa Berita Kriminal Berita Utama Berita Olahraga Berita Publikasi