JAKARTA, LAMPUNG.fun – Kinerja keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tercatat tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2.829,9 triliun. Capaian ini mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai salah satu institusi perbankan terbesar di Indonesia sekaligus motor penggerak sektor keuangan nasional.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial Threads milik inilah.com yang mengutip pernyataan manajemen Bank Mandiri terkait kinerja dan arah kebijakan perseroan. Dalam pernyataannya, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari strategi pembiayaan yang selektif dan terukur.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan.
Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut ditempuh guna menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan manajemen risiko. Dengan fokus pada sektor produktif, Bank Mandiri berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui dukungan terhadap pelaku usaha, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor-sektor prioritas lainnya.
Tak hanya dari sisi bisnis, Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah. Dalam unggahan yang sama, Riduan menyampaikan bahwa dukungan terhadap program prioritas pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab perseroan sebagai mitra strategis negara.
“Bagi Bank Mandiri, mendukung program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai mitra strategis negara. Melalui pembiayaan yang terukur dan penguatan ekosistem usaha, kami berupaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata,” katanya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, diwujudkan melalui pembiayaan yang terarah serta penguatan ekosistem usaha di berbagai sektor. Bank Mandiri berupaya memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya berdampak pada kinerja korporasi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Selain itu, Bank Mandiri juga menunjukkan kontribusi sosial dan lingkungan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Disebutkan bahwa perseroan telah menjalankan lebih dari 1.174 program TJSL sepanjang tahun 2025. Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.
Dari sisi kontribusi kepada negara, Bank Mandiri juga mencatatkan peran signifikan melalui penyaluran dividen dan pembayaran pajak.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa kontribusi dari penyaluran dividen mencapai Rp25 triliun. Sementara itu, total kontribusi pajak yang telah disetorkan sejak tahun 2000 hingga 2025 mencapai Rp277 triliun, termasuk Rp27 triliun pada tahun terakhir.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kinerja keuangan Bank Mandiri tidak hanya berdampak pada pertumbuhan internal perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara dan pembiayaan pembangunan.
Secara keseluruhan, pertumbuhan aset sebesar 16,6 persen hingga mencapai Rp2.829,9 triliun mencerminkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Strategi pembiayaan selektif, fokus pada sektor produktif, serta komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap program pemerintah menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Dengan kinerja yang terus bertumbuh dan kontribusi yang konsisten bagi negara, Bank Mandiri menegaskan perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(+)
